IPO GoTo, investor disarankan berhati-hati terkait rumor lock up

  • Whatsapp

KABARR.com, JAKARTA- Penawaran umum perdana (IPO) GoTo masih menjadi topik hangat. Selain itu, setelah rumor itu muncul, tidak ada pembatasan transfer saham atau penguncian.

Sebelumnya, pelaku pasar berspekulasi bahwa GoTo tidak menggunakan kunci. Oleh karena itu, pemegang saham memiliki kesempatan untuk menjual saham GoTo di pasar sekunder setelah IPO. Nila Marita, Direktur Corporate Affairs Gojek, mengatakan informasi dari sumber selain GoTo belum tentu akurat dan harus dianggap sebagai asumsi dan spekulasi.

Dia meminta pelaku pasar untuk berhati-hati dengan penyebaran rumor. Informasi resmi GoTo terkait aktivitas perusahaan hanya dapat diberikan oleh pejabat perusahaan.

“Ini sesuai dengan regulasi dan kesepakatan pemegang saham Indonesia saat ini,” jelas Nila kepada KONTAN, Kamis (19/8). Baca juga: GoTo dapat melakukan IPO tanpa pemblokiran.

Ini saran analis. “GoTo tidak bertanggung jawab atas informasi dari sumber mana pun selain informasi resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kami mengingatkan semua investor untuk menggunakan saluran resmi saja. Hati-hati saat menerima informasi dan investasi,” tambahnya.

Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, mengatakan rumor dan spekulasi tidak bisa dihindari. Lebih lanjut, rumor tersebut diperkuat setelah harga saham perusahaan teknologi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun ke harga IPO.

“Maka rumor ini bisa diabaikan,” kata Tegu. Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menyarankan investor untuk berhati-hati, terutama investor ritel pemula. Cari tahu dulu faktanya, kata Sukarno.

Investor tetap perlu melakukan manajemen risiko, memahami dasar-dasar regulasi pasar modal, dan mempelajari fundamental bisnis untuk menilai informasi pasar. Minimal, manajemen risiko ini bertujuan untuk meminimalkan potensi kerugian saat membeli saham IPO.

“Yang terpenting memperhatikan kinerja dan keunggulan emiten yang akan membeli saham tersebut,” pungkas Sukarno.

 

sumber: Kontan

Pos terkait